Kamis, 19 Maret 2015

Dasar Akuntansi ( Asumsi )

http://sumber-belajar.blogspot.com/2008/03/dasar-akuntansi-2.html


Hasil akhir dari proses akuntansi adalah adanya Laporan Akuntansi. Laporan Akuntansi ini salah satunya adalah laporan keuangan. Adapun tujuan Laporan Keuangan adalah menyediakan informasi yang menyangkut posisi keuangan, kinerja serta perubahan posisi keuangan suatu perusahaan yang bermanfaat bagi sebagian besar pemakai dalam pengambilan keputusan ekonomi. Laporan Keuangan juga menunjukkan apa yang telah dilakukan manajemen (stewardship), atau pertanggungjawaban manajemen atas sumber daya yang telah dipercayakan kepadanya.



Dalam akuntansi dikenal asumsi-asumsi dasar yang memberikan landasan bagi proses akuntansi. Asumsi-asumsi tersebut menunjukkan kejadian-kejadian apa yang akan diperhitungkan dan dengan cara seperti apa.

a.Dasar akrual
Dasar akrual yaitu sebuah konsep dimana pengakuan dan pencatatan suatu transaksi didasarkan pada waktu atau saat transasksi trsebut terjadi, tidak berdasar pada waktu terjadinya penerimaan atau pengeluaran kas atau setara kas lainnya. Dengan konsep ini diharapkan laporan keuangan yang dihasilkan dapat benar-benar mencerminkan seluruh transaksi dan peristiwa ekonomis lainnya yang terjadi pada periode tersebut.

b.Satuan moneter
Asumsi satuan moneter mensyaratkan bahwa hanya data transaksi yang dapat dinyatakan dalam uang saja yang boleh dimasukkan dalam catatan akuntansi. Sehingga tidak semua trasaksi yang terjadi dicatat secara akuntansi. Akuntansi hanya mencatat kegiatan-kegiatan usaha yang dapat diukur dalam istilah-istilah moneter, yang memiliki ukuran yang sudah pasti dan dapat diterima oleh semua pihak.

c.Entitas ekonomi
Menurut asumsi ini laporan yang dihasilkan proses akuntansi disusun untuk suatu entitas ekonomi. Akuntansi membuahkan informasi tentang transaksi yang dilakukan oleh entitas ekonomi tersebut dan kejadian-kejadian yang terjadi pada mereka. Asumsi ini mensyaratkan bahwa aktivitas entitas terpisah dan berbeda dari aktivitas pemiliknya, dan semua entitas ekonomi lainnya. Asumsi entitas ekonomi menyatakan bahwa kejadian ekonomi dapat diidentifikasi dengan suatu satuan pertanggungjawaban tertentu. Asumsi ini harus selalu diikuti agar informasi akuntansi bisa berguna untuk keputusan-keputusan kredit dan investasi yang rasional.

d.Periode waktu atau periodisitas
Asumsi periodisitas atau asumsi periode waktu bermakna bahwa kegiatan ekonomi dari suatu entitas ekonomi dibagi ke dalam berbagai periode waktu untuk tujuan pelaporan keuangan. Periode pelaporan keuangan yang dibuat oleh sebuah entitas bisa sangat beraneka ragam, tergantung kepada kebutuhan penggunanya. Laporan keuangan perlu disajikan dalam jangka waktu yang teratur, seperti per bulan, triwulan atau per tahun, karena pembaca laporan membutuhkannya untuk menganalisis kinerja perusahaan.

e.Kelangsungan usaha (going concern)
Konsep ini menyiratkan bahwa perusahaan akan beroperasi secara terus-menerus. Karenanya, perusahaan diasumsikan tidak bermaksud melikuidasi atau mengurangi secara material skala usahanya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar